Kamis, 04 November 2010

perbuatan kita sama dengan cermin diri kita sendiri

tadi di sekolah guru aku bilang, kalau perbuatan kita itu sama aja dengan cermin diri kita sendiri, memantulkan apa yang kita perbuat, dan akan mengenai diri kita sendiri. Apabila kita berbuat baik pada orang lain, maka perbuatan baik kita akan memantul lagi pada diri kita, sedangkan apabila kita berbuat jahat pada orang lain maka perbuatan jahat kita akan memantul lagi pada diri kita. Intinya kita tidak boleh berbuat sesuatu yang tidak baik pada siapa pun karena itu semua akan berbalik lagi kepada kita, kita pun akan diperlakukan jahat oleh orang lain, dan sebaliknya apabila kita berbuat baik pada orang lain, maka oarang lain pun akan berbuat baik kepada kita.

remember, perbuatan kita adalah cermin diri kita sendiri :)

Senin, 01 November 2010

Koneksi oooh koneksi

gue sebel! kenapa gue lagi enak-enak online tapi tiba-tiba koneksinya jadi kacau, kaya mobil butut tabrakan, terus rodanya kempes, LEMOOOOT!! gue paksa nih buat terus online! tapi apa daya tangan tak sampai, hanya bisa berpasrah dengan cara off malem ini, (lagi asik-asik juga!). yaudahlah mending besook lagi aja kita ngeBLOG lagi. sampai jumpaaa :* dadah

NEW MONTH :)

NEW MONTH : NEW STORY, NEW FRIENDS, NEW SPIRIT, NEW DESTINY, NEW FEELING, AND NEW VALUE FOR ALL SUBJECT *for better exactly HAHA. Amien! --> telat posting, harusnya tadi pagi tapi gapapa :DD

Pelajaran Berharga dari Angsa


 Percakapan antara ayah dan anak ketika sedang berada di sebuah padang rumput, dan melihat sekumpulan angsa terbang bersama-sama.

Anak   : "Ayah, kemana angsa-angsa itu terbang?"
Ayah   : "Setelah menghabiskan musim dingin di negara kita, mereka akan terbang kembali ke rumah mereka.
Anak   : "Mengapa mereka terbang seperti membentuk huruf V?"
Ayah   : "Karena setiap angsa menciptakan udara yang naik ke atas untuk angsa di belakangnya dengan mengepakkan sayap mereka. Formasi itu membantu mereka terbang menempuh jarak 70% lebih jauh daripada jika terbang sendirian."
Anak   :"Lihat! Salah satu dari mereka keluar dari formasi, tapi kembali ke posisinya."
Ayah   : ”Itu karena ketika keluar dari formasi, angsa itu merasakan tekanan udaranya lebih besar. Itu sebabnya dia segera kembali ke formasi kelompoknya. Artinya, angsa itu butuh bantuan sesamanya yang sedang terbang di depannya."
Anak   : ”Kali ini angsa yang memimpin berganti posisi dengan angsa di belakangnya."
Ayah   : ”Mereka bergantian tugas. Ketika angsa yang memimpin lelah, ia akan beristirahat ke belakang, dan segera angsa berikutnya mengambil alih pimpinan."
Anak   : ”Ansa-angsa itu pasti lapar. Mereka berteriak, koak-koak."
Ayah   : ”hahaha! Itu bukan karena lapar. Mereka saling menyemangati. Angsa-angsa yang di belakang terus-menerus bersuara untuk menyemangati yang di depan agar tetap terbang dan menjaga kecepatan."
Anak   : ”Sama seperti kita mendendangkan lagu yang penuh semangat ketika sedang melakukan suatu bersama."
Ayah   : ”Terakhir, dan ini pelajaran paling penting. Ketika seekor angsa sakit, atau terluka tembak, dan jatuh dari kawanannya, dua angsa lainnya akan mendampingi angsa yang sakit itu, melindungi dan menolongnya mendarat di tanah. Sampai angsa sakit itu dapat terbang lagi. Atau sampai dia mati, dua angsa itu akan tetap bersamanya. Lalu barulah dua angsa itu terbang lagi untuk bergabung dengan angsa-angsa lainnya, dan mengambil posisi mereka kembali dalam formasi tersebut."
Anak   : ”Persahabatan dia antara angsa-angsa itu sangat menyentuh :D”




dari cerita diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam persahabatan diperlukan sikap selalu saling menyemangati, melindungi, mendampingi, dan tentunya menyayangi :))





Dikutip dari : Chicken Soup for the soul